Cakrawala Belajar | 1 Juli 2026. Tim Hibah Penelitian Skripsi Universitas Negeri Malang (UM)
melaksanakan tahap implementasi penggunaan Majalah Sains Digital Berkonteks
Kebon Rojo Blitar di dua sekolah dasar mitra. Kegiatan ini dilaksanakan di SDN
2 Sentul, Kota Blitar, pada 10 Juni 2026 dan dilanjutkan di SDN Nglegok 01,
Kabupaten Blitar, pada 18 Juni 2026 sebagai bagian dari uji coba produk yang
telah dikembangkan.
uji coba besar UPT SDN Ngelegok 01
Penelitian yang berjudul "Pengembangan Majalah Sains
Digital Berkonteks Kebon Rojo Blitar untuk Meningkatkan Keterampilan Proses
Sains dan Kepedulian Lingkungan Siswa SD" ini diketuai oleh Dr.
Surayanah, M.Pd. dengan anggota peneliti Ananda Zahra. Penelitian bertujuan
menghasilkan media pembelajaran digital yang inovatif, kontekstual, dan sesuai
dengan karakteristik siswa sekolah dasar.
Pada tahap implementasi, siswa kelas V menggunakan majalah
sains digital sebagai media pembelajaran pada materi ekosistem. Selama
kegiatan, siswa diajak mempelajari materi melalui berbagai fitur interaktif
yang tersedia, seperti ilustrasi dan foto lingkungan, infografis, video
pembelajaran, lembar observasi digital, kuis interaktif, jurnal refleksi,
hingga tantangan aksi peduli lingkungan. Guru juga berperan sebagai fasilitator
dalam mendampingi siswa selama proses pembelajaran berlangsung.
Melalui implementasi ini, tim peneliti mengumpulkan data
mengenai kepraktisan dan keefektifan penggunaan majalah sains digital. Data
diperoleh melalui angket respons guru dan siswa, tes keterampilan proses sains,
serta angket kepedulian lingkungan. Hasil implementasi tersebut akan menjadi
dasar untuk mengevaluasi kualitas produk sekaligus menyempurnakan media sebelum
dipublikasikan sebagai luaran penelitian.
Ketua peneliti, Dr. Surayanah, M.Pd., menyampaikan bahwa
penggunaan majalah sains digital di sekolah mitra diharapkan mampu menciptakan
pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan menyenangkan. Dengan memanfaatkan
potensi lokal Kebon Rojo Blitar sebagai sumber belajar, siswa tidak hanya
memperoleh pemahaman konsep ekosistem, tetapi juga dilatih untuk mengembangkan
keterampilan proses sains serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan
sekitar.
Pelaksanaan implementasi di SDN 2 Sentul dan SDN Nglegok 01
mendapat sambutan positif dari guru maupun siswa. Antusiasme peserta selama
pembelajaran menunjukkan bahwa media digital berbasis kearifan lokal memiliki
potensi besar untuk mendukung pembelajaran IPAS yang lebih interaktif dan
bermakna di sekolah dasar. Tim peneliti berharap hasil penelitian ini dapat
memberikan kontribusi bagi pengembangan media pembelajaran inovatif sekaligus
memperkuat pemanfaatan potensi lokal sebagai sumber belajar di sekolah dasar.
Sumber : Ananda Zahra
Editor : Surayanah
Editor : Surayanah


0 Komentar