Ad Code

Hubungi Admin=>

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI CAKRAWALA BELAJAR

Tangan Kreatif Warga Desa: Pengrajin Tas Anyaman Desa Senggreng Antusias Ikuti Pendampingan TikTok Shop dan Digital Marketing

Cakrawala Belajar | 05 Juni 2026. Semangat pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) lokal kembali digaungkan melalui Program Pengembangan Wilayah Mitra yang diselenggarakan di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, pada Minggu, 24 Mei 2026. Program ini menjadi bentuk nyata pendampingan masyarakat dalam memperkuat daya saing pengrajin lokal melalui pemanfaatan teknologi digital tanpa meninggalkan nilai budaya dan ciri khas kerajinan desa.

PWM di Desa Senggreng, Kab. Malang

Kegiatan tersebut berada di bawah pendampingan dosen Universitas Negeri Malang, Ibu Dr. Surayanah, M.Pd., yang menyoroti pentingnya transformasi pemasaran bagi pelaku UMKM di era perkembangan teknologi saat ini. Menurut beliau, produk kerajinan masyarakat Desa Senggreng memiliki potensi besar karena dibuat secara manual dengan sentuhan keterampilan tangan yang khas dan bernilai budaya tinggi. “Tas anyaman handmade yang dibuat masyarakat memiliki karakter dan nilai lokal yang kuat. Potensi ini perlu diperkuat melalui edukasi berkelanjutan agar produk tidak hanya dikenal di lingkungan sekitar, tetapi juga mampu bersaing di pasar digital yang lebih luas,” tutur Ibu Surayanah.

Dalam pelaksanaannya, turut menghadirkan mahasiswa Universitas Negeri Malang yang memiliki track record di bidang digital marketing, Rinda Anisatul Laila, sebagai narasumber. Ia didampingi oleh tim mahasiswa lainnya, yaitu Nasywa, Dina, Annisa, Najin, dan Rizki. Kehadiran mahasiswa tersebut memberikan suasana pendampingan yang lebih komunikatif dan dekat dengan masyarakat karena materi disampaikan secara sederhana, praktis, dan mudah dipahami oleh para pengrajin.

Rangkaian kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi sosialisasi, praktik langsung, serta pendampingan penggunaan platform digital untuk pemasaran produk. Salah satu fokus utama dalam kegiatan ini adalah menggagas penggunaan TikTok Shop sebagai sarana pemasaran baru bagi para pengrajin tas anyaman Desa Senggreng. Para peserta diajak memahami bagaimana media sosial kini tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga peluang besar untuk memperluas pasar dan meningkatkan penjualan produk UMKM desa.

Pendampingan dilakukan secara bertahap mulai dari proses dasar pembuatan akun hingga pengelolaan toko digital secara mandiri. Tim mahasiswa memberikan tutorial lengkap mulai dari memasukkan e-mail, nomor telepon, KTP, Nomor Induk Berusaha (NIB), NPWP, hingga rekening sebagai syarat administrasi dalam pembuatan TikTok Shop. Proses tersebut dilakukan secara langsung bersama para pengrajin agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkannya secara mandiri setelah kegiatan selesai.

Selain pendampingan administrasi digital, peserta juga diberikan edukasi mengenai pentingnya membangun identitas produk melalui visual yang menarik dan strategi promosi kreatif. Para pengrajin diajak mempelajari teknik sederhana dalam mengambil foto produk, membuat konten promosi, hingga memahami pola pemasaran yang sedang berkembang di media sosial. Tas anyam milik kelompok Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera (UPPKS) Ponco Warno Desa Senggreng yang selama ini dipasarkan secara terbatas mulai diarahkan untuk memiliki branding yang lebih kuat agar mampu menarik perhatian konsumen yang lebih luas.

Salah satu peserta, Ibu Wasiah yang merupakan pengrajin tas anyaman, mengungkapkan bahwa pelatihan tersebut memberinya wawasan baru mengenai pemasaran digital untuk produk UMKM. “Setelah mengikuti kegiatan ini, saya jadi lebih memahami cara memasarkan produk secara online. Saya berharap tas anyaman UPPKS dapat dikenal lebih luas dan memiliki pasar yang lebih besar di luar desa,” ungkapnya.

Kegiatan berlangsung dengan lancar, hangat, dan penuh antusiasme dari para peserta. Keterlibatan aktif masyarakat terlihat saat sesi praktik penggunaan platform digital maupun diskusi mengenai tantangan pemasaran produk lokal di era modern. Program Pengembangan Wilayah Mitra ini diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan pendampingan sesaat, tetapi mampu menjadi langkah awal lahirnya UMKM desa yang lebih mandiri, kreatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat pun diharapkan terus berkembang dalam mendukung penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di Desa Senggreng, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang.

Sumber : Annisa Anggun Luqmana
Editor : Surayanah

Posting Komentar

0 Komentar