Cakrawala Belajar | 05 Juni 2026. Kegiatan Hibah Internal Universitas Negeri Malang (UM) SKEMA Pengabdian Desentralisasi diselenggarakan di UPT SD Negeri Ngadipuro 03 Blitar pada Senin, 18 Mei 2026 pukul 08.00 WIB. Kegiatan yang dipimpin oleh dosen Universitas Negeri Malang, Ibu Dr. Surayanah, M.Pd., tersebut mengangkat tema “Transformasi Kesadaran Lingkungan melalui Pendampingan Media Digital Berbasis Kearifan Lokal. Turut hadir Kepala UPT SD Negeri Ngadipuro 03, Bapak Matlius Boyamin, S.Ag., beserta para guru yang mengikuti rangkaian kegiatan dengan antusias dan penuh perhatian. Acara dibuka secara khidmat dengan dikumandangkannya lagu Indonesia Raya sebagai simbol semangat nasionalisme dan kebersamaan dalam membangun pendidikan yang peduli terhadap lingkungan dan perkembangan teknologi.
PKM-Desentralisasi SD Ngadipuro 03 Blitar
Dalam sambutannya, Ibu Dr. Surayanah, M.Pd., menyampaikan bahwa pendidikan lingkungan perlu diperkuat melalui pembelajaran yang kreatif, inovatif, dan dekat dengan kehidupan siswa. Menurutnya, pemanfaatan media digital berbasis kearifan lokal mampu menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran ekologis peserta didik sejak dini. Pada kesempatan tersebut, Febri Dwi Asmawan hadir sebagai narasumber utama yang memaparkan penggunaan media pembelajaran memanfaatkan aplikasi Canva yang dikolaborasikan dengan permainan edukatif dan aktivitas menyenangkan di kelas. Pendekatan tersebut dirancang untuk menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif dengan mengedepankan komunikasi langsung antara guru dan siswa agar suasana belajar menjadi lebih aktif dan tidak monoton.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, praktik sederhana, diskusi, dan berbagi pengalaman antarguru mengenai penerapan media digital dalam pembelajaran lingkungan hidup. Para peserta diajak memahami bagaimana media visual dan permainan edukatif dapat digunakan untuk meningkatkan partisipasi siswa sekaligus menanamkan kebiasaan positif, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan aktif selama kegiatan berlangsung, terutama saat mencoba berbagai contoh media pembelajaran digital yang dapat diterapkan secara langsung di kelas. Tidak hanya memperkuat kemampuan guru dalam memanfaatkan teknologi digital, kegiatan ini juga menjadi upaya bersama untuk menanamkan karakter peduli lingkungan sejak dini melalui pengalaman belajar yang menyenangkan. Pendidikan pun diharapkan mampu menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang sadar lingkungan, adaptif terhadap perkembangan zaman, serta tetap menjunjung nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber : Dhya Naswa
Editor : Surayanah