Dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Universitas Negeri Malang Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) Non Reguler Semester Antara Tahun Akademik 2025/2026, dosen Departemen Kependidikan Sekolah Dasar dan Prasekolah Universitas Negeri Malang, Dr. Surayanah, M.Pd., melaksanakan kegiatan mengantar sekaligus melakukan koordinasi dengan pemerintah Desa Ketugtug Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana, Bali, pada 17–18 Juni 2026. Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Surat Tugas dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang.
Kegiatan koordinasi diawali dengan pertemuan bersama pemerintah desa, kepala lingkungan, tokoh masyarakat, dan mahasiswa peserta UM BBM untuk membahas kesiapan pelaksanaan program kerja selama masa pengabdian. Pada kesempatan tersebut dibahas mekanisme koordinasi, dukungan dari pemerintah desa, serta penyelarasan program mahasiswa dengan kebutuhan masyarakat agar pelaksanaannya berjalan secara efektif dan berkelanjutan.
Program UM BBM yang akan dilaksanakan di Desa Ketugtug Loloan Timur berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui berbagai bidang, di antaranya pengembangan Rocket Stove sebagai teknologi tepat guna yang ramah lingkungan, program penghijauan melalui edukasi hidroponik dan penanaman pohon kelor di lingkungan rumah warga, penguatan Rumah Baca sebagai pusat literasi dan kreativitas anak-anak, serta kegiatan gotong royong bersama masyarakat dalam menjaga kebersihan dan mempercantik lingkungan desa. Selain itu, mahasiswa juga akan melaksanakan berbagai kegiatan edukasi, pendampingan masyarakat, dan pengelolaan lingkungan yang disesuaikan dengan potensi serta kebutuhan desa.
Dr. Surayanah menyampaikan bahwa koordinasi menjadi tahapan penting sebelum pelaksanaan program agar seluruh kegiatan yang dirancang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. "Program UM Belajar Bersama Masyarakat tidak hanya menjadi sarana belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat dalam membangun desa melalui program-program yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Oleh karena itu, koordinasi yang baik menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan kegiatan," ujarnya.
Melalui koordinasi tersebut diharapkan seluruh program dapat berjalan secara optimal dengan dukungan berbagai pihak. Sinergi yang terjalin antara Universitas Negeri Malang, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan program pengabdian yang berdampak nyata serta memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Ketugtug Loloan Timur.
Sebagai implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, Program UM Belajar Bersama Masyarakat (UM BBM) menjadi media bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan secara langsung di tengah masyarakat sekaligus berkontribusi dalam mendukung pembangunan desa melalui inovasi, pemberdayaan, dan penguatan potensi lokal.
Sumber : Andari Wianda Farha
Editor : Dr. Surayanah, M. Pd.



0 Komentar