Ad Code

Hubungi Admin=>

SELAMAT DATANG DI WEBSITE RESMI CAKRAWALA BELAJAR

Perkuat Kompetensi Guru SD, Sekolah Pascasarjana UM Gelar Pelatihan Penyusunan Instrumen Pembelajaran Berbasis Multiliterasi di Mojokerto

MOJOKERTO — Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Malang (UM) melalui sinergi Program Studi S3 Pendidikan Dasar dan Departemen Pendidikan Guru Sekolah Dasar menyelenggarakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pelatihan penyusunan instrumen pembelajaran berbasis multiliterasi bagi guru sekolah dasar di Gugus III Jatirejo, Kabupaten Mojokerto. Kegiatan yang dilaksanakan pada 8 Agustus 2026 di SDN Baureno, Mojokerto, ini bertujuan memperkuat kompetensi guru dalam merancang instrumen pembelajaran yang kontekstual, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan kompetensi guru dalam menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan materi, tetapi juga mengembangkan kemampuan literasi, berpikir kritis, komunikasi, dan pemecahan masalah. Dalam konteks pendidikan abad ke-21, guru perlu memiliki kemampuan merancang instrumen pembelajaran yang mampu menggali beragam kompetensi peserta didik melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran berbasis multiliterasi menjadi salah satu pendekatan yang dapat mendukung kebutuhan tersebut. Melalui pendekatan ini, peserta didik didorong untuk memahami dan mengolah informasi dari berbagai bentuk representasi, seperti teks, gambar, data, dan media digital. Oleh karena itu, kemampuan guru dalam menyusun instrumen pembelajaran yang selaras dengan tujuan pembelajaran menjadi aspek penting dalam mendukung kualitas proses belajar di sekolah dasar.

Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Dr. Siti Mas’ula, M.Pd., dengan anggota tim Dr. Mardhatillah, S.Pd.I., M.Pd., Dr. M. Luthfi Oktarianto, M.Pd., dan Dr. Sri Rahayuningsih, M.Pd. Tim juga melibatkan dua mahasiswa dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Sebanyak 30 guru sekolah dasar dari Gugus III Jatirejo, Kabupaten Mojokerto, menjadi peserta dalam program pengembangan kompetensi tersebut.

Pelatihan dilaksanakan melalui lokakarya partisipatif, pendampingan penyusunan instrumen, serta evaluasi terhadap produk yang dikembangkan peserta. Rangkaian kegiatan dirancang untuk memberikan kesempatan kepada guru tidak hanya memahami konsep multiliterasi, tetapi juga menerapkannya dalam penyusunan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik mata pelajaran dan kebutuhan peserta didik.

Melalui proses pendampingan, guru diarahkan untuk mengidentifikasi tujuan pembelajaran, menentukan indikator yang akan diukur, memilih stimulus yang relevan, serta menyusun pertanyaan dan pedoman penilaian yang sesuai. Proses ini diharapkan membantu guru menghasilkan instrumen yang lebih terarah, kontekstual, dan dapat digunakan sebagai dasar untuk memahami perkembangan belajar peserta didik.

Ketua tim pengabdian, Dr. Siti Mas’ula, M.Pd., menegaskan bahwa pengembangan instrumen pembelajaran berbasis multiliterasi perlu menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar.

“Implementasi instrumen pembelajaran berbasis multiliterasi merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan praktisi pendidikan diperlukan agar pengembangan kompetensi guru dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi pembelajaran di kelas,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya pengembangan profesional guru melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan satuan pendidikan. Kemitraan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi berlanjut pada penerapan instrumen di kelas, refleksi terhadap hasil penggunaannya, dan penyempurnaan perangkat berdasarkan kebutuhan pembelajaran.

Dari sisi pembangunan berkelanjutan, program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan SDGs 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Penguatan kompetensi guru melalui pelatihan dan pendampingan merupakan salah satu upaya mendukung peningkatan kualitas tenaga pendidik. Program ini juga mencerminkan semangat Tujuan SDGs 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui kerja sama antara perguruan tinggi dan komunitas pendidikan dasar.

Ke depan, penguatan program serupa perlu disertai pendampingan lanjutan agar instrumen yang dikembangkan benar-benar dapat diterapkan dan dievaluasi dalam pembelajaran. Pemanfaatan platform digital yang mudah diakses juga berpotensi membantu guru memperoleh materi, berdiskusi, dan menyempurnakan produk secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan masing-masing sekolah.

Melalui kegiatan ini, Sekolah Pascasarjana UM berharap kolaborasi dengan guru sekolah dasar di Kabupaten Mojokerto dapat terus berkembang sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pembelajaran. Penguatan kompetensi guru dalam menyusun instrumen berbasis multiliterasi diharapkan menjadi langkah konkret untuk menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, inklusif, dan relevan dengan tantangan pendidikan masa kini.

Sambutan Pengawas Sekolah Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Bapak Albert Firdaus, M.Pd
Sambutan Ketua K3S Gugus III Jatirejo Mojokerto, Bapak Nurhuda, S.Pd
Sambutan Kepala Sekolah SDN Baureno Mojokerto, Ibu Sutarti, S.Pd., SD
Penyampaian materi sekaligus diskusi antara pemater dengan peserta kegiatan
Peserta praktek Menyusun instrumen berbasis multiliterasi
Foto Bersama setelah kegiatan pengabdian


Sumber; Dr. Siti Mas'ula, M. Pd.
Editor; Dr. Surayanah, M. Pd.










Posting Komentar

0 Komentar